http://www.youtube.com/watch?v=iImDAPj-wgA
Kamis, 06 Februari 2014
Jumat, 31 Januari 2014
Pendaftaran Pengurus Baru FOJB 2013/ 2014
23.25
No comments
Pendaftaran Pengurus Baru FOJB 2013/ 2014
Semangat...oh iya bagi kamu yang ingin menjadi pengurus di FORUM OSIS JAWA BARAT masih ada kesempatan nih teman2 kita undur sampai tanggal 5 februari loh..nih persyaratannya..
PERSYARATAN SELEKSI PENGURUS FOJB 2014-2015:
- Pengurus osis SMA/SMK/MA/Sederajat kelas X /XI
- Mngirimkan essay dgn tema "OSIS dan perannya bgi pelajar"
- Mengirimkan CV. bentuk CV nya slhkan ambl di grup seleksi pengurus FOJB
NB: Kirim semua berkas dlm satu folder ke email seleksipengurusfojb@gmail.com SAMPAI TANGGAL 5 februari 2014 untuk info cek di (fb) seleksi pengurus fojb ;D dan twitter @ForumOSISJabar Ayo teman2 tunjukkan keaktifanmu!!!
Rabu, 20 November 2013
LOMBA CERDAS CERMAT BELA NEGARA XI SMP/ MTS SE-KAB. CIAMIS
19.36
No comments
SMP/ MTS SE-KAB. CIAMIS 2013
Ikutilah LOMBA CERDAS CERMAT BELA NEGARA XI
Peringatan Hari PAHLAWAN dan HUT PGRI
antar SMP / MTs se- Kab. CIAMIS
OSIS SMA Negeri 1 Kawali
Memperebutkan : Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Piala DANRAMIL Kawali, Piala KAPOLSEK Kawali. Piala Kepala SMA N 1 Kawali, Piagam Penghargaan, Plus Uang Pembinaan Total Hadiah Jutaan Rupiah.....
-Pendaftaran 14-28 November 2013
-TM : Senin, 25 November 2013 pukul 13.00 s.d. selesai.
-Pelaksanaan LOMBA : Kamis, 28 November 2013
Cp : 081224986837 ( Maulana H )
082120071049 ( Dede Hasanah )
Kamis, 28 November 2013
OSIS SMA Negeri 1 Kawali Jl. Poronggol Raya 09 Kawali Ciamis 46253
Peringatan Hari PAHLAWAN dan HUT PGRI
antar SMP / MTs se- Kab. CIAMIS
OSIS SMA Negeri 1 Kawali
Memperebutkan : Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Piala DANRAMIL Kawali, Piala KAPOLSEK Kawali. Piala Kepala SMA N 1 Kawali, Piagam Penghargaan, Plus Uang Pembinaan Total Hadiah Jutaan Rupiah.....
-Pendaftaran 14-28 November 2013
-TM : Senin, 25 November 2013 pukul 13.00 s.d. selesai.
-Pelaksanaan LOMBA : Kamis, 28 November 2013
Cp : 081224986837 ( Maulana H )
082120071049 ( Dede Hasanah )
Kamis, 28 November 2013
OSIS SMA Negeri 1 Kawali Jl. Poronggol Raya 09 Kawali Ciamis 46253
Sabtu, 16 November 2013
Sejarah Kerajaan Galuh (Ciamis)
21.25
No comments
Sejarah Kerajaan Galuh (Ciamis)
(Putera Galuh, sejarawan dan pustakawan pada Fakultas Sastra Unpad)
Pengantar
Daerah
Galuh yang sekarang bernama Ciamis memiliki perjalanan sejarah sangat
panjang. Hal itu terbukti dari periodisasi yang dilewatinya, yaitu masa
pra-sejarah, masa kerajaan (abad ke-8 – abad ke-16), masa kekuasaan
Mataram, kekuasaan Kompeni, dan Belanda/Hindia Belanda (akhir abad ke-16
– awal tahun 1942), masa pendudukan Jepang (awal tahun 1942 – 15
Agustus 1945), dan masa kemerdekaan (17 Agustus 1945 – sekarang).
Perjalanan sejarah Galuh yang panjang itu sampai sekarang masih belum
terungkap secara komprehensip, bahkan beberapa bagian/episode sejarah
Galuh masih “gelap”. Selain itu, sejarah Galuh masa kerajaan masih
banyak bercampur dengan mitos atau legenda, sehingga ceritera tentang
Galuh masa kerajaan pun terdapat beberapa versi.
Belum
adanya penulisan sejarah Galuh yang komprehensip kiranya disebabkan
oleh beberapa faktor. Pertama, Pemda Kabupaten Ciamis terkesan kurang
menaruh perhatian terhadap sejarah daerahnya sendiri. Kedua, kurangnya
sejarawan yang berminat untuk mengungkap sejarah Galuh, antara lain
karena kegiatan itu memerlukan biaya cukup besar untuk mencari dan
meneliti sumbernya. Sekalipun sudah ada hasil penelitian sejarah Galuh,
tetapi uraiannya hanya berupa garis besar mengenai aspek atau kurun
waktu tertentu.
Sejarah
bukan hanya memiliki fungsi informatif, tetapi juga fungsi edukatif,
bahkan sesungguhnya memiliki fungsi pragmatik, khususnya bagi pemda
daerah setempat. Hal itu disebabkan sejarah adalah suatu proses
kausalitas yang ber-kesinambungan. Kehidupan masa kini adalah hasil
kehidupan masa lampau, dan kehidupan masa mendatang akan tergantung dari
sikap kita dalam mengisi kehidupan masa sekarang. Oleh sebab itu kita
harus pandai belajar dari sejarah, karena sejarah adalah “obor
kebenaran” dan “obor” agar kita tidak “pareumeun obor”.
Atas
dasar hal tersebut, seyogyanya bila Pemda Kabupaten Ciamis dan “Wargi
Galuh” menaruh perhatian terhadap sejarah Galuh, antara lain agar kita
benar-benar memahami bagaimana jati diri putera Galuh.
1. Asal-Usul dan Arti Kata Galuh
“Galuh”
berasal dari kata Sansakerta yang berarti sejenis batu permata. Kata
“galuh” juga biasa digunakan sebagai sebutan bagi ratu yang belum
menikah (“raja puteri”). Sejarawan W.J. van der Meulen berpendapat bahwa
kata “galuh” berasal dari kata “sakaloh” yang berarti “asalnya dari
sungai”. Ada pula pendapat yang menyatakan, bahwa kata “galuh” berasal
dari kata “galeuh” dalam arti inti atau bagian tengah batang kayu yang
paling keras. Pengertian mana yang tepat dari kata “galuh” untuk daerah
yang sekarang bernama Ciamis? Hal itu memerlukan kajian secara khusus
dan mendalam.
2. Galuh Masa Kerajaan
Galuh
memang pernah menjadi sebuah kerajaan. Akan tetapi ceritera tentang
Kerajaan Galuh, terutama pada bagian awal, penuh dengan mitos. Hal itu
disebabkan ceritera itu berasal dari sumber sekunder berupa naskah yang
ditulis jauh setelah Kerajaan Galuh lenyap. Misalnya, Wawacan Sajarah
Galuh antara lain menceriterakan bahwa Kerajaan Galuh berlokasi di
Lakbok dan pertama kali diperintah oleh Ratu Galuh. Setelah banjir besar
yang dialami oleh Nabi Nuh surut, pusat Kerajaan Galuh pindah ke
Karangkamulyan dan nama kerajaan berganti menjadi Bojonggaluh.
Dikisahkan pula putera Ratu Galuh, yaitu Ciung Wanara berselisih dengan
saudaranya Hariang Banga. Perselisihan itu berakhir dengan permufakatan,
bahwa kekuasaan atas Pulau Jawa akan dibagi dua. Ciung Wanara berkuasa
di Pajajaran dan Hariang Banga menguasasi Majapahit. Selama belum ada
sumber atau fakta kuat yang mendukungnya, kisah seperti itu adalah mitos
(Bagi guru sejarah, ceritera yang bersifat mitos boleh-boleh saja
disampaikan kepada para siswa, dengan catatan harus benar-benar
ditegaskan, bahwa ceritera itu adalah mitos yang kebenarannya sulit
dipertanggungjawabkan).
Ceritera
tentang Kerajaan Galuh yang dapat dipercaya adalah berita dalam sumber
primer berupa prasasti, naskah sejaman (ditulis pada jamannya atau tidak
jauh dari peristiwa yang diceriterakannya), dan sumber lain yang
akurat. Menurut sumber-sumber tersebut, Galuh sebagai nama satu daerah
di Jawa Barat—Dalam Peta Pulau Jawa, kata “galuh” digunakan pula menjadi
bagian nama atau bagian nama beberapa tempat, seperti Galuh
(Purbalingga), Rajagaluh (Majalengka), Sirah Galuh (Cilacap), Galuh
Timur (Bumiayu), Segaluh dan Sungai Begaluh (Leksono), Samigaluh
(Purworejo), dan Hujung (Ujung) Galuh di Jawa Timur) muncul dalam
panggung sejarah pada abad ke-8. Setelah Kerajaan Tarumanagara (abad
ke-5 s.d. abad ke-7) berakhir, di daerah Jawa Barat berdiri Kerajaan
Sunda (abad. ke-8 s.d. abad ke-16). Pusat kerajaan itu berpindah-pindah,
dari Galuh pindah ke Pakuan Pajajaran/Bogor (± abad ke-11 s.d abad
ke-13), kemudian pindah lagi ke Kawali (abad ke-14). Selanjutnya
kerajaan itu kembali berpusat di Pakuan Pajajaran, sehingga lebih
dikenal dengan nama Kerajaan Pajajaran.
Nama
kerajaan seringkali berubah dengan sebutan nama ibukotanya. Oleh karena
itu, tidak heran bila ketika Kerajaan Sunda beribukota di Galuh,
kerajaan itu disebut juga Kerajaan Galuh. Diduga pusat/daerah inti Galuh
waktu itu adalah Imbanagara sekarang. Raja terkenal yang berkuasa di
Galuh adalah Sanjaya. Ketika kerajaan itu berpusat di Kawali (abad
ke-14) diperintah oleh Prabu Maharaja (di kalangan masyarakat setempat,
raja ini dikenal dengan nama Maharaja Kawali). Pada masa pemerintahan
raja itulah agama Islam masuk ke Kawali dari Cirebon antara tahun
1528-1530.
Ketika
Kerajaan Sunda/Pajajaran diperintah oleh Nusiya Mulya (paruh kedua abad
ke-16), eksistensi kerajaan itu berakhir akibat gerakan kekuatan Banten
di bawah pimpinan Maulana Yusuf dalam rangka menyebarkan agama Islam.
Peristiwa itu terjadi tahun 1579/1580. Sejak itu Pakuan Pajajaran berada
di bawah kekuasaan Banten.
Setelah
Kerajaan Sunda/Pajajaran berakhir, Galuh berdiri sendiri sebagai
ke-rajaan merdeka (1579/1580 – 1595). Sementara itu, berdiri pula
Kerajaan Sumedang Larang (± 1580-1620) dengan ibukota Kutamaya. Kerajaan
Galuh diperintah oleh Prabu (Maharaja) Cipta Sanghiang di Galuh, putera
Prabu Haurkuning. Batas-batas wilayah Kerajaan Galuh waktu itu adalah :
Sumedang batas sebelah utara, Galunggung dan Sukapura batas sebelah
barat, Sungai Cijulang batas sebelah selatan, dan Sungai Citanduy batas
sebelah timur. Perlu disebutkan bahwa daerah Majenang, Dayeuhluhur, dan
Pegadingan yang sekarang masuk wilayah Jawa Tengah, semula termasuk
wilayah Galuh. Di tempat-tempat tersebut sampai sekarang pun masih
terdapat orang-orang berbahasa Sunda.
3. Galuh di bawah kekuasaan Mataram
Di
bawah kekuasaan Mataram, daerah-daerah di Priangan yang semula
berstatus kerajaan berubah menjadi kabupaten. Galuh berada di bawah
kekuasaan Mataram antara tahun 1595-1705. Galuh pertama kali jatuh ke
dalam kekuasaan Mataram, ketika Mataram diperintah oleh Sutawijaya alias
Panembahan Senopati (1586-1601). Oleh penguasa Mataram, Galuh
dimasukkan ke dalam wilayah administratif Cirebon. Setelah Prabu Cipta
Sanghiang di Galuh meninggal, ia digantikan oleh puteranya bernama Ujang
Ngekel bergelar Prabu Galuh Cipta Permana (1610-1618), berkedudukan di
Garatengah (daerah sekitar Cineam, sekarang masuk wilayah Kabupaten
Tasikmalaya). Prabu Galuh Cipta Permana yang telah masuk Islam (semula
beragama Hindu) menikah dengan puteri Maharaja Kawali bernama Tanduran
di Anjung. Selain Garatengah, di wilayah Galuh terdapat pusat-pusat
kekuasaan, dikepalai oleh seseorang yang ber-kedudukan sebagai bupati
dalam arti raja kecil. Pusat-pusat kekuasaan itu antara lain Cibatu,
Utama (Ciancang), Kertabumi (Bojong Lopang), dan Imbanagara.
Mataram
menguasai Galuh kemudian Sumedang Larang (1620) dalam usaha menjadikan
Priangan sebagai daerah pertahanan di bagian barat dalam menghadapi
kemungkinan serangan pasukan Banten dan Kompeni yang berkedudukan di
Batavia. Kekuasaan Mataram di Galuh lebih tampak ketika Mataram
diperintah oleh Sultan Agung (1613-1645) dan Galuh diperintah oleh
Adipati Panaekan (1618-1625), putera Prabu Galuh CiptaPermana, selaku
Bupati Wedana. Penguasaan Mataram terhadap Galuh dan Sumedang Larang
sifatnya berbeda. Galuh dikuasai oleh Mataram melalui cara kekerasan,
karena pihak Galuh melakukan perlawanan. Sebaliknya, Sumedang Larang
jatuh ke bawah kekuasaan Mataram karena berserah diri, antara lain
karena adanya hubungan keluarga antara Raden Aria Suriadiwangsa penguasa
Sumdang Larang dengan penguasa Mataram.
Tahun
1628 Mataram merencanakan penyerangan terhadap Kompeni di Batavia dan
meminta bantuan para kepala daerah di Priangan. Ternyata rencana itu
me-nimbulkan perbedaan pendapat yang berujung menjadi perselisihan di
antara para kepada daerah di Priangan. Dalam hal ini, Adipati Panaekan
berselisih dengan adik iparnya, yaitu Dipati Kertabumi, Bupati
Bojonglopang, putera Prabu Dimuntur. Dalam perselisihan itu Adipati
Panaekan terbunuh (1625). Ia digantikan oleh puteranya bernama Mas
Dipati Imbanagara yang berkedudukan di Garatengah (Cineam). Pada masa
pemerintahan Dipati Imbanagara, ibukota Kabupaten Galuh dipindahkan dari
Garatengah (Cineam) ke Calincing. Tidak lama kemudian pindah lagi ke
Bendanegara (Panyingkiran).
Ketika
pasukan Mataram menyerang Batavia (1628), kepala daerah di Priangan
memberikan bantuan. Pasukan Galuh dipimpin oleh Bagus Sutapura, pasukan
Priangan dipimpin oleh Dipati Ukur, Bupati Wedana Priangan. Dipati Ukur
memang mendapat tugas khusus dari Sultan Agung untuk mengusir Kompeni
dari Batavia. Ternyata Dipati Ukur gagal melaksanakan tugasnya. Oleh
karena itu, ia memberontak terhadap Mataram.
Pemberontakan
Dipati Ukur yang berlangsung lebih-kurang empat tahun (1628-1632)
merupakan faktor penting yang mendorong Sultan Agung tahun 1630-an
memecah wilayah Priangan di luar Sumedang menjadi beberapa kabupaten,
termasuk Galuh. Wilayah Galuh dipecah menjadi beberapa pusat kekuasaan
kecil, yaitu Utama diperintah oleh Sutamanggala, Imbanagara diperintah
oleh Adipati Jayanagara, Bojong-lopang diperintah oleh Dipati Kertabumi,
dan Kawasen diperintah oleh Bagus Sutapura. Khusus kepala-kepala daerah
yang berjasa membantu menumpas pemberontakan Dipati Ukur diangkat oleh
Sultan Agung menjadi bupati di daerah masing-masing. Tahun 1634 Bagus
Sutapura dikukuhkan menjadi Bupati Kawasen—Kepala daerah lain yang
diangkat menjadi bupati antara lain Ki Astamanggala (Umbul Cihaurbeuti)
menjadi bupati Bandung dengan gelar Tumenggung Wiraangunangun, Ki
Wirawangsa (Umbul Sukakerta) menjadi bupati Sukapura dengan gelar
Tumenggung Wiradadaha, dan Ki Somahita (Umbul Sindangkasih) menjadi
bupati Parakanmuncang dengan gelar Tumenggung Tanubaya.) (daerah antara
Banjarsari – Padaherang). Ia memrintah Kawasen sampai dengan 1653,
kemudian digantikan oleh puteranya bernama Tumenggung Sutanangga
(1653-1676). Sementara itu, Dipati Imbanagara yang dicurigai oleh pihak
Mataram berpihak kepada Dipati Ukur, dijatuhi hukuman mati (1636). Namun
puteranya, yaitu Adipati Jayanagara (Mas Bongsar) diangkat menjadi
Bupati Garatengah. Imbanagara dijadikan nama kabupaten dan Kawasen
digabungkan dengan Imbanagara.
Pertengahan
tahun 1642 Adipati Jayanagara memindahkan lagi ibukota Kabupaten Galuh
ke Barunay (daerah Imbanagara sekarang). Pemindahan ibukota kabupaten
yang terjadi tanggal 14 Mulud tahun He (12 Juni 1642—Sejak tahun
1970-an, Pemda Kabupaten Ciamis menganggap tanggal 12 Juni 1642 sebagai
Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Mengenai Hari Jadi Ciamis, dibicarakan pada
akhir tulisan ini). itu dilandasi oleh dua alasan. Pertama, Garatengah
dan Bendanegara memberi kenangan buruk dengan ter-bunuhnya Adipati
Panaekan dan Dipati Imbanagara. Kedua, Barunay dianggap lebih cocok
menjadi pusat pemerintahan dan akan membawa perkembangan bagi kabupaten
tersebut. Hal itu antara lain ditunjukkan oleh masa pemerintahan Adipati
Jayanagara yang berlangsung selama 42 tahun. Selama waktu itu,
daerah-daerah kekuasaan lain, yaitu Kawasen, Kertabumi, Utama, Kawali,
dan Panjalu dihapuskan. Semua daerah itu menjadi wilayah Kabupaten
Galuh. Dengan demikian, Kabupaten Galuh memiliki wilayah yang sangat
luas, yaitu dari Cijolang sampai ke pantai selatan dan dari Citanduy
sampai perbatasan Sukapura.
Setelah
Adipati Jayanagara meninggal, kedudukannya sebagai bupati digantikan
oleh Anggapraja. Akan tetapi tidak lama kemudian jabatan itu diserahkan
kepada adiknya bernama Angganaya. Sementara itu, daerah Utama
digabungkan dengan Bojonglopang, dikepalai oleh Wirabaya. Dipati
Kertabumi yang semula memerintah Bojonglopang, dipindahkan ke Karawang
dan menjadi cikal-bakal bupati Karawang.
Tahun
1645 setelah Sultan Agung meninggal, Amangkurat I putera Sultan Agung
kembali melakukan reorganisasi wilayah Priangan. Wilayah itu dibagi
menjadi beberapa daerah ajeg (setarap kabupaten), antara lain Sumedang,
Bandung, Parakan-muncang, Sukapura, Imbanagara, Kawasen, Galuh, dan
Banjar.
4. Galuh di bawah kekuasaan Kompeni (VOC/Verenigde Oost-Indische Compagnie, yaitu Perkumpulan Perseroan Belanda di Hindia Timur)
Akhir
tahun 1705 Galuh sebagai bagian dari wilayah Priangan timur diserahkan
oleh penguasa Mataram kepada Kompeni melalui perjanjian tanggal 5
Oktober 1705. Wilayah Priangan barat jatuh ke dalam kekuasaan Kompeni
lebih dahulu, yaitu tahun 1677—Sejak tahun 1677 di wilayah Priangan
memberlakukan penanaman wajib, terutama kopi dan nila (tarum) dalam
sistem yang disebut Preangerstelsel). Mataram menyerahkan Priangan
kepada Kompeni sebagai upah membantu mengatasi kemelut perebutan tahta
Mataram—kompeni membantu Pangeran Puger dalam usaha merebut tahta
Mataram dari keponakannya, yaitu Amangkurat III alias Sunan Mas). Namun
demikian, Galuh dan daerah Priangan timur lainnya tetap berada dalam
wilayah administratif Cirebon.
Sebelum
terjadinya perjanjian 5 Oktober 1705, Kompeni sudah mengangkat
Sutadinata menjadi Bupati Galuh (1693-1706) menggantikan Angganaya yang
meninggal. Ia kemudian diganti oleh Kusumadinata I (1706-1727). Waktu
itu Priangan berada di bawah pengawasan langsung Pangeran Aria Cirebon
sebagai wakil Kompeni.
Beberapa
waktu kemudian, Bupati Kawasen Sutanangga diganti oleh Patih Ciamis
yang dianggap orang ningrat tertua dan terpandai di Galuh. Daerah Utama
digabungkan dengan Bojonglopang.
Bupati
Galuh berikutnya adalah Kusumadinata II (1727-1732). Oleh karena ia
tidak memiliki putera, maka setelah ia meninggal kedudukannya digantikan
oleh keponakannya bernama Mas Garuda, sekalipun keponakannya itu belum
dewasa. Oleh karena itu, pemerintahan dijalankan oleh tiga orang wali,
seorang di antaranya adalah ayah Mas Garuda sendiri, yaitu Raden
Jayabaya Patih Imbanagara. Mas Garuda baru memegang pemerintahan sendiri
mulai tahun 1751 hingga tahun 1801, dengan gelar Kusumadinata III. Ia
digantikan oleh Raden Adipati Natadikusuma (1801-1806).
Pada
masa peralihan kekuasaan dari Kompeni kepada Pemerintah Hindia Belanda,
Kabupaten Imbanagara dihapuskan. Daerah itu digabungkan dengan Galuh
dan Utama. Ketiga daerah itu diperintah oleh Bupati Galuh. Menurut
sumber tradisional (Wawacan Sajarah Galuh), peristiwa itu terjadi akibat
konflik antara Raden Adipati Natadikusuma dengan seorang pejabat VOC
yang bersikap dan bertindak kasar. Raden Adipati Natadikusuma ditahan di
Cirebon. Kedudukannya sebagai Bupati Imbanagara diganti oleh Surapraja
dari Limbangan (1806-1811).
Di
bawah kekuasaan Kompeni, sistem pemerintahan tradisional yang dilakukan
para bupati pada dasarnya tidak diganggu. Hal itu berlangsung pula pada
masa pemerintahan Hindia Belanda (1808-1942).
5. Galuh Masa Pemerintahan Hindia Belanda
Akhir
Desember 1799 kekuasaan Kompeni berakhir akibat VOC bangkrut. Kekuasaan
di Nusantara diambilalih oleh Pemerintah Hindia Belanda yang dimulai
oleh pemerintahan Gubernur Jenderal H.W. Daendels (1808-1811). Di bawah
pemerintahan Hindia Belanda, Galuh tetap berada dalam wilayah
administratif Cirebon.
Pada
akhir masa pemerintahan Daendels, Bupati Imbanagara Surapraja meninggal
(1811). Bupati Imbanagara selanjutnya dijabat oleh Jayengpati
Kertanegara, merangkap sebagai Bupati Cibatu (Ciamis). Setelah pensiun,
ia digantikan oleh Tumenggung Natanagara. Penggantinya adalah Pangeran
Sutajaya asal Cirebon. Oleh karena selalu berselisih paham dengan
patihnya, Pangeran Sutajaya kembali ke Cirebon. Jabatan Bupati
Imbanagara kembali dipegang oleh putera Galuh, yaitu Wiradikusuma, dan
nama kabupaten ditetapkan menjadi Kabupaten Galuh. Tahun 1815 Bupati
Wiradikusuma memindahkan ibukota kabupaten dari Imbanara ke Ciamis.
Pada
masa pemerintahan Bupati Galuh berikutnya, yaitu Adipati Adikusumah
(1819-1839), putera Bupati Wiradikusuma, Kawali dan Panjalu dimasukkan
ke dalam wilayah Kabupaten Galuh. Bupati Adipati Adikusumah menikah
dengan puteri Jayengpati (Bupati Cibatu). Dari perkawinan itu kemudian
lahir seorang anak laki-laki bernama Kusumadinata. Ia kemudian
menggantikan ayahnya menjadi Bupati Galuh (1839-1886) dengan gelar
Tumenggung Kusumadinata. Selanjutnya ia berganti nama menjadi Raden
Adipati Aria Kusumadiningrat. Ia adalah Bupati Galuh terkemuka yang
dikenal dengan julukan “Kangjeng Prebu”.
Sejak
tahun 1853, Bupati R.A.A. Kusumadiningrat tinggal di Keraton
Sela-gangga yang dilengkapi oleh sebuah masjid dan kolam air mancur.
Tahun 1872 di halaman keraton dibangun tempat pemandian yang disebut
Jambansari—Pemandian itu sering digunakan oleh warga masyarakat dengan
maksud “ngalap berkah” dari “Kangjeng Prebu”). Antara tahun 1859-1877,
dibangun beberapa gedung di pusat kota kabupaten (Ciamis). Gedung-gedung
dimaksud adalah gedung kabupaten yang cukup megah (di lokasi Gedung
DRPD sekarang), Masjid Agung, Kantor Asisten Residen (gedung kabupaten
sekarang), tangsi militer, penjara, kantor telepon, rumah kontrolir, dan
lain-lain.
Bupati
R.A.A. Kusumadiningrat sangat besar jasanya dalam memajukan ke-hidupan
rakyat Kabupaten Galuh. Jasa-jasa itu antara lain membuat sejumlah
irigasi, membuka sawah beribu-ribu bau, mendirikan tiga buah pabrik
penggilingan kopi, membuka perkebunan kelapa, membangun jalan antara
Kawali – Panjalu, mendirikan “Sakola Sunda” di Ciamis (1862) dan di
Kawali (1876). Atas jasa-jasa tersebut, ia memperoleh tanda kehormatan
atau atribut kebesaran dari Pemerintah Hindia Belanda berupa Songsong
Kuning (payung kebesaran berwarna kuning mas) tahun 1874) dan bintang
Ridder in de Orde van den Nederlandschen Leeuw (“Bintang Leo”) tahun
1878).
Jabatan
Bupati Galuh selanjutnya diwariskan kepada puteranya, yaitu R.A.A.
Kusumasubrata (1886-1914). Pada masa pemerintahan bupati ini, mulai
tahun 1911 Ciamis dilalui oleh jalan kereta api jalur Bandung –
Cilacap.via Ciawi-Malangbong-Tasikmalaya. Pada masa pemerintahan Bupati
Galuh berikutnya, yaitu Bupati R.T.A. Sastrawinata (1914-1935),
Kabupaten Galuh dilepaskan dari wilayah administratif Cirebon dan masuk
ke dalam wilayah Keresidenan Priangan (tahun 1915). Nama Kabupaten
diubah menjadi Kabupaten Ciamis. Antara tahun 1926-1942, Ciamis masuk ke
dalam Afdeeling Priangan Timur bersama-sama dengan Tasikmalaya dan
Garut, dengan ibukota afdeeling di kota Tasikmalaya.
6. Hari Jadi Kabupaten Ciamis
Telah
dikemukakan, bahwa pada masa pemerintahan Adipati Jayanagara ibukota
Kabupaten Galuh dipindahkan ke Barunay (daerah Imbanagara sekarang).
Peristiwa itu terjadi tanggal 14 Mulud tahun He atau tanggal 12 Juni
1642 Masehi. Sekarang tanggal 12 Juni 1642 dipilih dan ditetapkan oleh
Pemda Kabupaten Ciamis sebagai Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Alasan atau
dasar pertimbangannya adalah kepindahan ibukota kabupaten itu membawa
perkembangan bagi Kabupaten Galuh. Sejak itulah Kabupaten Galuh mulai
menunjukkan perkembangan yang berarti.
Tepatkah pemilihan tanggal tersebut?
Bila
dikaji secara objektif dan kritis, menurut penulis, pemilihan tanggal
12 Juni 1642 sebagai Hari Jadi Kabupaten Ciamis atau Hari Jadi Kabupaten
Galuh sekalipun adalah keliru atau kurang tepat. Pertama, bagi orang
yang tidak memahami sejarah Galuh, pemilihan tanggal tersebut akan
mengandung arti bahwa Kabupaten Galuh berdiri pada tanggal 12 Juni 1642,
padahal jauh sebelum tanggal itu Kabupaten Galuh sudah berdiri. Kedua,
Kabupaten Galuh berubah namanya menjadi Kabupaten Ciamis terjadi pada
dekade kedua abad ke-20 (1915), setelah Galuh dilepaskan dari wilayah
administratif Cirebon.
Atas
dasar hal tersebut dan untuk kebenaran sejarah, seyogyanya hari jadi
Kabupaten Ciamis dikaji ulang. Menurut penulis, hari jadi Kabupaten
Ciamis seharusnya mengacu pada momentum awal berdirinya kabupaten itu,
atau mengacu pada tanggal perubahan nama kabupaten dari Kabupaten Galuh
menjadi Kabupaten Ciamis.
SUMBER ACUAN
Atja. 1968.
Tjarita Parahijangan. Bandung : jajasan Kebudajaan Nusalarang.
Atja (ed.). 1975.
Sejarah
Jawa Barat dari Masa Prasejarah Hingga Masa Perkembangan Agama Islam.
Bandung : Proyek Penunjang Peningkatan Kebudayaan Nasional Propinsi Jawa
Barat.
Ekadjati, Edi S. 1977.
Wawacan Sajarah Galuh. Bandung : EFEO.
de Haan, F. 1910, 1911, 1912.
Priangan; De Preanger-Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811. Deel I, II & III. Batavia : BGKW.
Hardjasaputra, A. Sobana. 1985.
Bupati-Bupati Priangan; Kedudukan dan Peranannya Pada Abad Ke-19. Tesis. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
Kern, R.A. 1898.
Geschiedenis der Preanger-Regentschappen; Kort Overzigt. : De Vries & Fabricius.Bandung
Lubis, Nina H. et al. 2000.
Sejarah Kota-Kota Lama di Jawa Barat. : Alqaprint.Bandung
Raffles, Thomas Stamford. 1982.
History of Java. II. Kuala Lumpur : Oxford Press. University
van Rees, Otto. 1869.
di ambil dari Web Site Kang Dhipa Galuh Purba
18.34
No comments
Foto Bersama Jajaran BNN Kabupaten Ciamis dengan Kader Penyuluh Anti NARKOBA SMA N 1 Kawali. Hotel Tyara Plaza 29-30 Oktober 2013. Ketua BNN K Ciamis drg.Engkan Iskandar.
Selasa, 24 September 2013
STEK BUNGA MAWAR DAN BUDIDAYANYA
18.48
No comments
Budidaya Bunga Mawar (Rose)
Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang
dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies
kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies
mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat
yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui,
tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20
meter.
![]() |
| Mawar Pink |
Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm,
dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun
terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun
penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi
beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat
ke tanah. Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies
merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia
Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.
Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian Rosa sericea
yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih
dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari
berada di bagian bawah daun mahkota dan daun kelopak.
Bunga menghasilkan buah agregat (berkembang dari satu bunga dengan
banyak putik) yang disebut rose hips. Masing-masing putik berkembang
menjadi satu buah tunggal (achene), sedangkan kumpulan buah tunggal
dibungkus daging buah pada bagian luar. Spesies dengan bunga yang
terbuka lebar lebih mengundang kedatangan lebah atau serangga lain yang
membantu penyerbukan sehingga cenderung menghasilkan lebih banyak buah.
Mawar hasil pemuliaan menghasilkan bunga yang daun mahkotanya menutup
rapat sehingga menyulitkan penyerbukan. Sebagian buah mawar berwarna
merah dengan beberapa perkecualian seperti Rosa pimpinellifolia yang
menghasilkan buah berwarna ungu gelap hingga hitam.
Pada beberapa spesies seperti Rosa canina dan Rosa rugosa menghasilkan
buah rose hips yang sangat kaya dengan vitamin C bahkan termasuk di
antara sumber vitamin C alami yang paling kaya. Buah rose hips disukai
burung pemakan buah yang membantu penyebaran biji mawar bersama kotoran
yang dikeluarkan. Beberapa jenis burung seperti burung Finch juga
memakan biji-biji mawar.
Pada umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait yang
berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain. Beberapa
spesies yang tumbuh liar di tanah berpasir di daerah pantai seperti Rosa
rugosa dan Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti
jarum yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan
binatang, menahan pasir yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari
erosi. Walaupun sudah dilindungi duri, rusa kelihatannya tidak takut
dan sering merusak tanaman mawar. Beberapa spesies mawar mempunyai duri
yang tidak berkembang dan tidak tajam.
Mawar dapat dijangkiti beberapa penyakit seperti karat daun yang
merupakan penyakit paling serius. Penyebabnya adalah cendawan
Phragmidium mucronatum yang menyebabkan kerontokan daun. Penyakit yang
tidak begitu berbahaya seperti Tepung Mildew disebabkan cendawan
Sphaerotheca pannosa, sedangkan penyakit Bercak Hitam yang ditandai
timbulnya bercak-bercak hitam pada daun disebabkan oleh cendawan
Diplocarpon rosae. Mawar juga merupakan makanan bagi larva beberapa
spesies Lepidoptera.
Mawar tumbuh subur di daerah beriklim sedang walaupun beberapa kultivar
yang merupakan hasil metode penyambungan (grafting) dapat tumbuh di
daerah beriklim subtropis hingga daerah beriklim tropis.Selain sebagai
bunga potong, mawar memiliki banyak manfaat, antara lain antidepresan,
antiviral, antibakteri, antiperadangan, dan sumber vitamin C. Minyak
mawar adalah salah satu minyak atsiri hasil penyulingan dan penguapan
daun-daun mahkota sehingga dapat dibuat menjadi parfum. Mawar juga dapat
dimanfaatkan untuk teh, jelly, dan selai.
Bibit tanaman mawar dapat diperbanyak dengan stek batang, cangkokan dan
yang paling digemari adalah okulasi. Stek batang digunakan untuk batang
bawah dan biasanya digunakan mawar pagar sebagai batang bawah, karena
jenis ini cukup kuat, cepat tumbuh, tahan hama penyakit dan mudah
diperbanyak dengan stek.
Kebanyakan pengusaha bunga potong mawar di Indonesia sampai saat ini
masih mengimpor bibit dari negeri Belanda. Bibit yang didatangkan
biasanya berupa tanaman hasil okulasi yang telah berumur tiga bulan dan
bibit yang berumur setengah tahun. Bila menggunakan bibit yang berumur
tiga bulan tanaman baru didapat hasilnya setelah 6 bulan ditanam. Bibit
ini selain diimpor berupa bibit cabutan tanpa media (stump), juga bisa
berupa bibit dengan media buatan, misalnya roockwool. Bibit berumur
setengah tahun umumnya berupa stump, yaitu bibit tanpa akar dan tanpa
daun. Bibit ini sudah dapat diambil hasilnya setelah empat bulan ditanam
dengan memberikan percabangan yang baru sekitar dua-tiga cabang utama.
Penyiapan lahan dan Penanaman.
Pasir, pupuk kandang dan tanah kebun dibutuhkan untuk media tanam dengan
perbandingan 1:2:1. Pupuk kandang diberikan pada awal tanam. Pemberian
pupuk dasar super fosfat sebanyak 0.25 kg/m2 diberikan 1-2 minggu
sebelum tanam. Bila tanah terlalu asam dapat ditambahkan kapur pertanian
sebanyak 2.5 kg/10 m2 dan bila tanah terlalu basa dapat ditambahkan
belerang ¼ kg/10 m2. Pupuk kandang diberikan sebanyak 75 ton/ha.
Tambahan pupuk NPK 50 kg/ha/bl. Pemberian unsur mikro Fe, Mg dan S dapat
diberikan melalui spray satu bulan sekali. Sterilisasi dapat dilakukan
dengan menggunakan bahan kimia basamid atau vapam dengan dosis yang
dianjurkan.
Persiapan dimulai dengan pembuatan lubang-lubang tanam berdiameter
sekitar 15 cm dengan kedalaman 30 cm. Jarak tanam tergantung varietas.
Jarak tanam jenis Hybrid tea dan floribunda 100 cm x 60 cm, sedang jenis
Polyantha 40 cm x 60 cm. Beberapa varietas baru bunga mawar potong
ditanam dengan jarak 31 cm x 31 cm atau 38 cm, atau 20 cm x 40 cm
tergantung jenis mawar yang ditanam.
Pemasangan pelindung berupa shading net 50% dilakukan untuk menghindari
transpirasi yang tinggi dari tunas-tunas muda. Pelindung ini dapat
dibuka setelah tanaman berumur empat minggu. Untuk tanaman merambat
dapat dibuat tiang penyangga pergola.
Sebelum ditanam, bibit disterilisasi dahulu dalam larutan fungisida,
misalnya Benlate (0.5 g/l) selama satu-dua menit. Penanaman dilakukan
dengan menempatkan bibit di tengah lubang dan diusahakan agar
akar-akarnya menyebar ke semua arah serta tidak ada yang patah atau
tertekuk. Setelah penanaman selesai saluran irigasi yang berupa
sprinkler atau drip dapat dipasang dan bibit yang baru ditanam ini
disiram sampai cukup basah.
Pemeliharaan Mawar
Pembentukan Tanaman Muda. Pembentukan tanaman mawar dilakukan dengan
pemotongan/ pinching. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara tanaman agar
tetap muda, sehingga selalu menghasilkan tunas-tunas baru yang produktif
berbunga. Dari tunas-tunas baru yang muncul lima minggu setelah tanam
akan muncul bakal bunga yang kecil dan harus dipotong (di’pinching’).
Soft pinch dilakukan pada tunas yang masih muda, bertujuan untuk
memaksimumkan pertumbuhan vegetatif. Bakal batang baru dengan warna
kemerah-merahan akan tumbuh keluar dari cabang bibit atau dari cabang
tunas pertama. Tunas ini dibiarkan tumbuh panjang sampai dewasa dan
setelah bakal bunganya berwarna maka harus segera dibuang (pinching yang
dilakukan pada tunas yang sudah tua ini dikenal dengan istilah hard
pinch).
Perundukan tanaman (bending) dilakukan apabila cabang bibit sudah tua.
Tempat pelekukan tunas/batang yang harus dibending sekitar 5-10 cm dari
pangkal batang. Untuk membantu perundukan agar tunas tidak kembali tegak
maka tunas tersebut dapat dijepit dengan sepotong belahan bambu yang
ditancapkan ke tanah. Dari tunas yang dibending ini kadang-kadang tumbuh
tunas kecil baru dan bila dari tunas kecil ini keluar bunga maka bunga
ini harus dibuang dan daun dipotong sebanyak dua daun sejati (lima daun)
agar tanaman mempunyai banyak daun.
Tunas baru yang merupakan tunas produksi yang akan muncul setelah
beberapa minggu melakukan perundukan. Pada waktu panen, tunas ini
dipotong dengan menyisakan 3-4t daun sejati. Dari tunas yang telah
dipanen setelah sekitar 10 hari pada umumnya akan muncul dua-tiga tunas
baru dan akan berbunga setelah sekitar 6-7 minggu. Dari tunas produksi
ini selanjutnya dipanen dengan menyisakan dua daun sejati.
Pemangkasan. Tujuan pemangkasan untuk memelihara bentuk tanaman agar
memperoleh batang yang kokoh, mendorong pembungaan, peremajaan tanaman,
menghasilkan tunas-tunas baru yang produktivitasnya tinggi, dan menjaga
tanaman agar tetap sehat dan berumur panjang.
Pemangkasan yang dilakukan adalah pemangkasan ringan (30%) dengan
memangkas sedikit pucuk-pucuk dari semak mawar, sehingga menghasilkan
kuntum bunga banyak tapi kecil-kecil. Pemangkasan sedang (50%) dilakukan
dengan memangkas cabang-cabang atau pucuk, tetapi tidak terlalu
panjang. Biasanya dilakukan pada jenis-jenis Floribunda dan Polyantha.
Sedangkan pemangkasan berat dilakukan pada batang yang sudah tua dan
tanaman terkena penyakit yang sudah parah yang dilakukan dengan
memangkas seluruh cabang sampai ketinggian 60 cm atau meninggalkan
dua-tiga mata tiap-tiap batang.
Pemangkasan untuk pembentukan tanaman dapat dilakukan pula dengan
mengatur cara pemotongan saat panen. “Pemangkasan biasa” dilakukan
dengan menyisakan satu-dua daun lima (yaitu daun yang mempunyai lima
helai daun individu) dari percabangan, dikenal dengan istilah normal
cut. “Pemangkasan dalam” dilakukan dengan memotong batang dibawah
percabangan dikenal dengan istilah under cut. Cara panen ini dilakukan
pada tahun kedua dengan tujuan agar percabangan tanaman tumbuh rendah
kembali. “Pemangkasan sendi” dilakukan dengan memotong tangkai bunga
tepat di atas percabangan yang akan dipanen, dikenal dengan istilah
knuckle cut. Cara ini dilakukan bila budidaya mawar sudah memasuki tahun
ketiga agar tanaman tinggi kembali.
Waktu pemangkasan yang paling baik adalah beberapa saat setelah musim
hujan berakhir, oleh karena saat itu umumnya tanaman dalam keadaan subur
dengan pembentukan cabang dan ranting tidak teratur. Pemangkasan
dilakukan sekali dalam setahun.
Pemupukan. Pemberian pupuk untuk tanaman mawar tergantung dari hasil
analisis tanah yang akan ditanam, sehingga setiap kebun/ growers
mempunyai aturan pemupukan yang berbeda-beda. Menurut penelitian BALITHI
(Balai Penelitian Tanaman Hias) Cipanas, tanaman mawar perlu dipupuk
NPK sebanyak 5 gram per tanaman pada umur satu-dua minggu setelah tanam.
Pemupukan selanjutnya dapat diberikan satu bulan sekali tergantung
pertumbuhan tanaman.
Pupuk NPK yang dianjurkan per hektar dalam satu tahun adalah 1350 kg
urea, 2100 kg TSP dan 800 kg KCl. Pupuk tersebut disebar dalam larikan
(parit) kecil yang dibuat di antara tanaman, kemudian ditutupi tanah
kembali dan segera disiram air hingga cukup basah.
Pengendalian hama dan penyakit. Hama yang banyak terdapat pada tanaman mawar antara lain adalah :
- Tungau (Tetranicus urticae). Gejala dan serangan hama ini ialah timbulnya bintik-bintik nekrosa pada daun dalam jumlah yang banyak. Ada semacam jaring laba-laba yang halus terutama pada bagian bawah daun bila serangan sudah parah. Hama ini akan mudah timbul bila temperatur di dalam rumah naungan tanaman tinggi, dengan kelembaban udara yang rendah.
- Kutu daun. Kutu daun (‘Aphids’) banyak menyerang tanaman bila kondisi panas dan kering. Hama ini akan menghisap cairan tanaman pada ujung daun dan kuncup tanaman muda serta kuntum bunga yang masih muda, yang akan mengakibatkan ujung-ujung tanaman menjadi ‘salah bentuk’ ketika dewasa. Kutu ini sering meninggalkan sekresi yang mengundang embun jelaga.
- Thrips. Hama ini menyukai kondisi rumah naungan tanaman yang panas dan kering seperti pada tungau. Hama ini akan menyerap cairan tanaman terutama pada mahkota bunga, dan sulit dikendalikan karena bersembunyi didalam kuncup bunga pada siang hari.
- Kumbang. Hama kumbang menyerang tanaman mawar dengan cara memakan daun, tangkai, serta kuntum bunga sehingga menimbulkan lubang-lubang pada bagian bunga yang dimakan.
Pada kondisi lingkungan yang kurang baik, yaitu pada kelembaban tinggi,
sirkulasi udara yang kurang, serta banyak kabut, banyak penyakit yang
mungkin muncul pada tanaman mawar. Berikut adalah beberapa penyakit :
Embun tepung (‘Powdery mildew’). Penyakit ini disebabkan oleh cendawan
Spaeroteca pannosa yang menyerang daun, batang, serta bunga tanaman
mawar, tampak seperti ada tepung yang berwarna putih pada bagian
tanaman. Penyakit ini timbul bila pada malam hari temperatur siang turun
sampai 150C atau lebih rendah dengan kelembaban yang tinggi 90%-99%,
sedangkan pada siang hari temperatur tinggi dengan kelembaban yang
rendah.
Black spot. Tumbuhnya bercak-bercak hitam terutama pada daun mawar,
diikuti dengan menguningnya daun dan kemudian gugurnya daun merupakan
akibat serangan ‘black spot’ yang disebabkan oleh cendawan Diplocarpon
rosae dan Mansanina rosae.
Busuk bunga. Penyebab penyakit busuk bunga adalah cendawan Botrytis
cinerea. Kuntum bunga yang akan dan telah mekar tampak membusuk dan
berwarna coklat merupakan gejala serangan penyakit ini.
Panen dan Pasca Panen Mawar.
Tanaman mawar dapat dipanen setelah 4-5 bulan tergantung dari varietas
dan tingkat pertumbuhannya. Tanaman ini bila dipelihara secara benar
akan dapat tumbuh dan diambil hasilnya sampai umur 6 tahun. Bunga mawar
dapat dipanen bila seluruh kelopak bunga (sepal) telah membuka dan satu
atau dua mahkota (petal) telah membuka. Pemanenan awal ini dilakukan
apabila bunga mawar akan disimpan untuk waktu yang cukup lama, tetapi
mekarnya bunga akan kurang sempurna, sedangkan panen pada tingkat yang
lebih mekar, vase life yang diperoleh lebih pendek.
Panen mawar dapat dilakukan pada pagi dan sore hari tergantung suhu
udara dan tingkat kematangan bunga panen, dilakukan dengan cara under
cut, knuckle cut dan normal cut dengan menyisakan satu atau dua daun
sejati. Tanaman yang telah dipanen akan bertunas lagi dan bunganya dapat
dipanen kembali setelah 40 sampai 50 hari. Dari 1 m2 tanaman rata-rata
dapat dipanen 120-160 tangkai per tahun.
Bunga yang telah dipanen dikumpulkan, lalu pangkal tangkainya direndam
dalam ember yang berisi air yang mengandung larutan silver thio sulfat
dan segera dimasukkan ke dalam ‘cold storage’ sebelum disortir. Bunga
disortir dan dipisahkan menurut varietas dan panjang tangkainya. Grading
kualitas mawar umumnya dibedakan berdasarkan panjang tangkai dengan
beberapa kriteria menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).
Bunga-bunga yang telah digrading, daun serta durinya dibuang sekitar 20
cm dari pangkal tangkai kemudian diikat dan dibungkus masing-masing
10-20 tangkai. Bunga yang telah dibungkus ini pangkal tangkainya kembali
direndam ke dalam bak yang berisi air kemudian dikirim ke tempat
penjualan atau disimpan kembali dalam ‘cold storage’.
Apabila bunga mawar akan dikirimkan ke luar kota, bunga mawar dapat
dikirim dalam keadaan kering, yaitu dimasukkan dalam box karton.
Bunga-bunga yang dikirim dalam box karton, setibanya ditempat tujuan
harus segera direndam dalam air yang bersih, tetapi sebelumnya batangnya
dipotong sekitar 5 cm dari bagian bawah pangkal batang.
Sabtu, 17 Agustus 2013
PERSIB Euy..
05.57
No comments
PERSIB menjadi klub terbaik dunia mengalahkan Barcelona dan Real Madrid. Setidaknya, itu disampaikan dalam topik Daftar Klub Sepakbola Terbaik di Dunia oleh situs web www.thetoptens.com, Senin (05/8).
Hasil voting dalam laman http://www.thetoptens.com/best-football-soccer-club tersebut, klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini sukses menjadi tim yang paling banyak dipilih sebagai klub terbaik di dunia olah raga.
Hasil voting dalam laman http://www.thetoptens.com/best-football-soccer-club tersebut, klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini sukses menjadi tim yang paling banyak dipilih sebagai klub terbaik di dunia olah raga.
Dalam
daftar 10 besar, posisi PERSIB teratas diikuti tim-tim Barcelona, Real
Madrid, Manchester United, Chelsea, Bayern Munchen, Galatasaray, AC
Milan, Liverpool dan Arsenal.
Situs web www.thetoptens.com adalah situs yang membuka peluang pengunjung di dunia memberikan voting terhadap segala hal, termasuk sepak bola dan klub sepak bola. Saat ini topik Daftar Klub Sepakbola Terbaik di Dunia itu terlihat masuk dalam 10 besar daftar populer di situs itu.Ajang voting bagi para pengguna internet ini memang menimbulkan berbagai pendapat terutama pihak yang tak setuju soal hasil pemeringkatan.Namun, pengelola situs tersebut sudah menyadari bakal adanya komplain.
“Tak sependapat dengan daftar ini? Berilah pilihan pada item tertentu yang Anda pikir harusnya berperingkat lebih tinggi, atau jika Anda log-in, tambahkan item baru untuk dipilih orang lain, atau buatlah versi Anda sendiri untuk daftar ini,” tulis situs tersebut. ***
Langganan:
Postingan (Atom)










